February 28, 2013

OZ RADIO COMPETITION

Hi fella! It is nice to meet you again. How’s your day?
I was so blessed my designs could be ones of 18 semi finalists of Oz Radio You Are The Fashion Star. I sent three designs with ‘Keragaman Budaya Indonesia’ theme. Well, I need your support. You can see one of my design and like it at Oz Radio Jakarta Facebook Fan Page. Annnnnddddd…… you can vote me by message in format:

YourName(space)YourPersonalData(space)YATFS10

(My lucky number is 10 ;>) 
Example: TANIA 18/P/JKT YATFS10 
You may send it to 08 111 908 908

I’m waiting for your vote untill March 15th 2013! Thank you for voting me ;)
Have a nice day everyone! Wait for more Indonesia Fashion Week 2013 posts!

February 23, 2013

IFW 2013 - ALGORITHMIC, BEAUTY DIARY, SUNSET IN AFRICA & POÉTIQUE DE SAVANE

Sofie
            Terinspirasi dari gaya arsitektur modern, gedung-gedung monumental, garis rancang bangun yang canggih yang didesain mutakhir dengan bentuk unik tetapi berdiri kokoh, Sofie merancang koleksi siap pakainya dengan kesan tegas. Potongan pakaian seperti rompi, jaket, celana, rok, kalung, tas pun tegas. Motif zebra dan geometri mulai dari lingkaran, kotak, sampai houndstooth menambah kesan futuristik dalam show bertajuk Algorithmic tersebut.





Rudy Chandra
            Dalam pandangan seorang Rudy Chandra, seorang wanita diibaratkan seutas tali tambang yang mencerminkan bahwa ia kadang bisa menjadi kuat, lembut, energik dalam menjalani kehidupan. Wanita juga sangat peduli dengan penampilannya, misalnya para kaum socialite. Beauty Diary menggambarkan sosok wanita yang berbusana era 40an dan 50an dengan kesan glamour, feminin, anggun, elegan dan simplicity. Pakaian dengan warna hitam, coklat, shanpagne dengan dilengkapi bordiran tali tambang menjadi ciri khas dalam koleksi Rudy.




Melinda Looi
            Nuansa Afrika tentu menjadi salah satu tema yang unik di panggung Indonesia Fashion Week. Melinda Looi dalam koleksinya yang berjudul Sunset in Africa sukses membawa audiens serasa berada di hutan Afrika. Warna-warna berani seperti merah, kuning, orange, ungu juga cokelat dengan motif print macan yang samar-samar diaplikasikan dalam koleksi Melinda. Lace Perancis yang lembut, chiffon, georgette digunakan oleh desainer yang mulai merancang di umur 18 tahun itu. Penggunaan banyak asesoris yang eksotis menambah kesan bohemian pada beberapa long dress Melinda. Pemakaian tanduk pada kepala model juga berhasil menarik perhatian para penonton.



Denny Wirawan
            Saya tak henti-hentinya berdecak kagum ketika menyaksikan show Deny Wirawan. Betapa tidak, Denny menyulap ilalang dan rumput yang menjadi inspirasinya ke dalam 20 busana cocktail yang elegan. Ia mengolah songket Palembang untuk koleksinya yang bertajuk Poetique de Savanne atau Puisi dari Savana tersebut. Variasi blazer dan jaket dipadupadankan dengan blouse, rok maupun celana pipa. Gaun malam dengan detil frill dan border juga tidak ketinggalan dipamerkan. Warna-warna tanah  seperti cokelat, emas, abu-abu dipakai Denny dengan detail songket yang mengagumkan. Tatanan rambut dengan hiasan ilalang menambah kuat kesan tema yang digawangi Denny.

February 22, 2013

IFW 2013 - KRATON & BLOSSOM

Auguste Soesastro
        Sentuhan minimalis terpancar dari koleksi fall/winter Auguste Soesastro Kamis lalu. Ini menggambarkan kecintaannya pada alam dengan proses pembuatan koleksi rancangannya. Ia menggunakan bahan sehemat mungkin yang juga menggambarkan koleksinya yang edgy, clean-cut dan sederhana. Sebagai contoh, untuk membuat sebuah jaket saja hanya digunakan kain selebar 90 cm. Meskipun terlihat sederhana, Auguste yang sangat memperhatikan detail jahitan bisa menghabiskan waktu sampai 60 jam untuk membuat sebuah jaket. Auguste juga meminimalisasi penggunaan pewarna kimia. "Secara spiritual saya menolak warna-warna dari bahan kimia," tutur Auguste. Warna-warna gelap seperti hitam, abu-abu, cokelat tua, navy dan beberapa warna terang seperti orange, magenta, merah, fuschia turut menghiasi berbagai potongan edgy koleksi Auguste. Koleksi Auguste tersebut berupa jaket, celana pensil, blus longgar serta gaun maxi berpotongan longgar yang terinspirasi dari mitologi Yunani, The Moirai. 
       Auguste tidak lupa membawa ciri khas Indonesia ke dalam rancangannya. Tenun ayotupas khas Timor Timur yang bermotif geometris pun disulapnya menjadi aksesoris seperti syal yang siap pakai. Auguste juga menggunakan batik bermotif 'tirto tejo' berbahan silk crepe, yang dijadikan blus longgar tanpa lengan. 


Jeanny Ang
       Berbeda dengan Auguste, Jeanny Ang yang juga tampil di Indonesia Fashion Week 2013 memamerkan koleksi summer-nya. Koleksi Jeanny didominasi warna-warna ceria seperti kuning, biru, ungu dan krem. Kesan blossom semakin bertambah dengan penggunaan layer-layer yang ditumpuk asimetris layaknya bunga bermekaran. Sifon, organza, lace dan lace banyak digunakan dalam koleksi Jeanny yang feminin tersebut.
     Koleksi kali ini terinspirasi dari Kebudayaan Indo-Cina Peranakan, dari paduan warna-warna yang biasanya ada pada poci-poci Peranakan. Harapan, semangat, dan keberuntungan adalah arti dari koleksi Jeanny Ang kali ini, dengan cerita tentang gadis Peranakan yang memiliki sisi feminism, ceria, dan ramah. (Indonesia Fashion Week)


February 21, 2013

IFW 2013 - MALOLO A JOURNEY TO MANDAR

            Panggung catwalk Indonesia Fashion Week 2013 Kamis lalu tidak tampak seperti biasanya. Ornamen pohon-pohonan disertai akar-akaran yang menjulur telah disiapkan sebelum fashion show dimulai. Siapa lagi kalau bukan fashion show Ivan Gunawan. Kunjungan ke Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat telah menginspirasi Ivan untuk mengangkat Saqbe atau kain sutra Mandar ke dalam rancangannya.
            Rancangan dengan motif kotak-kotak dengan bunga di atasnya yang didominasi warna ungu dengan apik dibawakan oleh para model baik pria maupun wanita di atas catwalk. Rancangan tersebut dipasangkan dengan aneka perpaduan bahan berwarna hitam, misalnya jas velvet hitam atau gaun dengan payet hitam. Salah satu headpiece topi keranjang hitam dengan bunga ungu yang dipakai dalam koleksi Ivan sedikit mengingatkan saya pada koleksi McQueen dengan tema lebah.
            Motif bunga-bunga besar garis lurus seperti lurik serta geometri lainnya juga juga tampak dalam show Ivan. Warna-warna yang dipakai dalam koleksi ini lebih cerah dan dipadukan dengan warna yang terang. Beberapa dari koleksi ini dibuat dalam balutan renda dan gaun peplum panjang. Saya setuju dengan tulisan Indah Jonasson bahwa koleksi bunga-bunga Ivan pasti mengingatkan kita pada koleksi musim semi Dior Haute Couture 2013. 

IFW 2013 - PREAMBULE

           Hello Fella long time no see~
           Firstly, I want to say thank God for giving me many unexpected gifts this month.
Indonesia Fashion Week 2013 is over but I miss it already. I miss the fashion show, the booth, the exhibition, the model, the people inside etc etc. I was so happy that I could be IFW blogger. It meant I could be watching any show I wanted to watch. Yeay, that was an exciting opportunity, wasn’t it? Fortunately, my two friends Lucca and Fahmy were chosen as the blogger too. So, here our journey began. =)
        Only sitting and taking pictures in four days always sounds interesting. We sat in photographer and media area right in front of the catwalk stage. We could almost always get good pictures (moreover if I were using the best camera lens) (umm…depended on how and where the model’s walk direction too because the stage was very wide). The only problem was the blustery air conditioner. I got shivered so many times in four days I had to bring any jacket or cardigan to cover my body with. Because we sat (and rarely moved) we got stiffed. In bahasa we can say ‘kesemutan’ Lol. But overall, we were happy we could clearly see the model and the fashion walking around the stage.
        Besides taking (thousands) pictures, we also met new friends (yeaaay!!). I wish we could meet another time another place in another event.
        So, in these days I will post so many pictures in this blog especially for the fashion show (I’m a little bit confused how to insert all pictures though). Stay tune for more posts! :)

February 2, 2013

COUTURE IN PARADISE

           My friend ever asked me, what would you do on holiday? I had no specific answer to fulfill her query. I told her maybe I would just go to my room then do some paintings on my own, play keyboard for some occasions involving my church choir or do nothing but enjoy the holiday. I would say to go to Indonesia Fashion Week 2013 but it would be held after my holiday. (You shall come too! If you won’t, just check out my post about it, okay? ;) ) Actually, I wrote my what-to-do things in my agenda. I would do it as the principle says more flexible more fun but keep sticking on the schedule.
        This was what I did in my holiday, sketching. This time, I made another combination of batik and woven fabric. I created a long mermaid gown and the blazer to complement with. Before going to the fabric explanation, let me tell you about the outfit’s headpiece. Do you remember Cosette whom was played by Amanda Seyfried on Les Miserables? In a scene with Jean Valjean, she wore a big white hat. It was really pretty that it has inspired me! Then, I made a big hat (tell me if you know the name of the hat) with a printed rose.


            The first picture below is a blazer with Patola’s motive. Patola fabric or widely known as Cinde fabric is a traditional woven fabric from Indonesia. This fabric is known in several regions as Maluku, NTT, Bali, Central Java, Pontianak, Gorontalo and Manado. The Patola fabric came from the India’s merchant whom came to many regions in Indonesia, brought some stuffs to be sold, one of them was Patola fabric. The Portuguese was also known as the spreader of Patola. They brought Patola to Maluku to be bartered with clove and nutmeg or to be gifted to the local king. The Patola’s design has inspired Indonesian and has adapted with local tradition. This fabric is believed to have a superstitious power that it can protect people whom wear it. The fabric is also trusted as the symbol of fertility.
            The long mermaid gown in the second picture is inspired by the motive of Batik Kudus. Reputedly, the presence of Batik Kudus started at around 1940’s when the Chinese merchant brought the batik maker from Pekalongan, Yogyakarta and Solo to Kudus. They asked them to create a special batik to fill the merchant’s needs and desires. All the batik makers collaborated to make one with motive and color those combined the characteristics of batik Yogya, Solo, and Pekalongan. The brown and black (darker) color represented the batik Yogyakarta and Solo. The flower motive represented batik Pekalongan. In Batik Kudus we also can see the elements from Arab and China’s culture acculturated with local culture.


        This is it, the art that I called as couture in paradise. I always believe that local culture in fabric element can always adapted with the times. They are never really dying. We the young generation always can save them in many ways so that the paradise can live at the longest.